Sampang.Kliksurabaya – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sampang menggelar kegiatan podcast edukatif bersama siswa dan guru berprestasi Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Bina Cendekia di Studio Podcast Suara Sampang, Rabu (6/5/2026)
Hadir sebagai Narasumber diantaranya Kepala Sekolah TKIT Bina Cendekia Mahruroh, bersama siswi peraih medali perunggu Bahasa Inggris dalam Kompetisi Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris (KMSI) Tingkat Provinsi, Nadiva Zahra dan siswi peraih medali perak Sains dalam Kompetisi Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris (KMSI) Tingkat Provinsi, Khanza Silmikaffah Faza, serta dipandu oleh Arik Tri Noviyanti sebagai host.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat praktik baik dalam dunia pendidikan, khususnya pada jenjang taman kanak-kanak.
Salah satu siswa berprestasi peraih medali perunggu Bahasa Inggris KMSI Tingkat Provinsi, Nadiva Zahra, mengaku senang dalam mengikuti proses pembelajaran dan kegiatan penunjang lainnya di sekolah.
“Saya senang belajar bahasa Inggris karena gurunya seru dan banyak permainan yang dijadikan sebagai pelajaran” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh peraih medali perak Sains KMSI Tingkat Provinsi, Khanza Silmikaffah Faza yang mengaku tertarik pada pelajaran sains karena metode pembelajaran yang menyenangkan.
“Sains itu seru, apalagi kalau belajar sambil praktik, jadi tambah seru. Berasa belajar tapi dengan cara bermain” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah TKIT Bina Cendekia Mahruroh menjabarkan beberapa prestasi yang sudah diraih, diantaranya juara 3 sekolah inovasi satuan pendidikan jenjang PAUD dan Top 3 kategori Sekolah Inovatif Jenjang Taman Kanak-Kanak (TK).
“Alhamdulillah kami berhasil meraih prestasi dari Bupati Sampang sebagai juara 3 sekolah inovasi satuan pendidikan jenjang PAUD dan Top 3 kategori Sekolah Inovatif Jenjang Taman Kanak-Kanak (TK)” ucapnya.
Dalam Podcast tersebut, pihaknya berbagi berbagai metode pembelajaran yang diterapkan di TKIT Bina Cendekia serta pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada akademik saja, melainkan juga pada pengembangan karakter, kreatifitas, serta kemampuan komunikasi anak.
“Pembelajaran kami rancang dengan konsep yang menyenangkan dan interaktif, sehingga anak-anak bisa belajar tanpa merasa tertekan. Justru mereka jadi lebih percaya diri untuk berkembang,” ujar Mahruroh.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara tenaga pendidik di sekolah dan orang tua dalam mendukung keberhasilan anak.
“Keberhasilan anak tidak hanya dari sekolah, tetapi juga dari peran orang tua di rumah. Pola parenting yang selaras sangat membantu dalam membentuk karakter dan prestasi anak,” tambahnya.







