SAMPANG.KLIKSURABAYA.CO.ID-Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur terus berupaya mencegah penyebaran kasus campak di wilayah itu melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
“Program ini dilakukan di sejumlah sekolah dengan melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas yang ada di Kabupaten Sampang ini,” kata Ketua Tim Surveilans Imunisasi Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang Laili Nafilah di Sampang, Senin.
Ia menjelaskan, imunisasi yang diberikan berupa vaksin campak dan rubela (MR), difteri-tetanus (DT), tetanus-difteri (Td), serta human papillomavirus (HPV).
“Sasaran program BIAS ini sebanyak 46.509 anak dan vaksin yang disuntikkan sesuai kelompok anak. Misalnya kelas I, maka diberikan vaksin MR dan DT,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan laporan dari sejumlah puskesmas di wilayah itu, hingga Juli 2026 terdata sebanyak 201 anak berstatus suspek campak.
“Selain itu, tercatat sebanyak sembilan anak dilaporkan mengalami acute flaccid paralysis (AFP), tujuh anak suspek difteri, dan dua anak suspek pertusis,” katanya.
Selain itu, juga ditemukan ada seorang anak yang positif terpapar campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
“Temuan adanya anak yang positif campak ini di Kecamatan Kota Sampang dan saat ini yang bersangkutan telah mendapatkan perawatan khusus dari tenaga kesehatan puskesmas setempat,” katanya, menjelaskan.(***)
