Bantuan Geomembran Garam Rakyat Dihentikan, Petambak Sampang Harus Swadaya

Redaksi | News
oleh

SAMPANG KLIKSURABAYA CO ID-Teknologi geomembran dinilai menjadi salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kualitas garam rakyat. Namun pada 2026, bantuan pengadaan geomembran dari pemerintah tidak lagi tersedia.

Kepala Bidang Budidaya dan Perikanan DKP Kabupaten Sampang M. Mahfud mengatakan penggunaan geomembran sudah banyak diterapkan petambak karena terbukti menghasilkan garam dengan kualitas lebih baik.

“Teknologi geomembran sudah banyak digunakan petambak. Tetapi karena keterbatasan modal, ada petambak yang seharusnya memasang di tiga meja garam, akhirnya hanya mampu memasang dua meja,” ujarnya, Selasa 01 September 2026.

Mahfud mengatakan sejak 2025 bantuan geomembran mulai berkurang. Bahkan pada 2026 tidak ada lagi program bantuan, baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Di tingkat pemerintah kabupaten, kata dia, keterbatasan anggaran dan regulasi juga menjadi alasan belum dapat mengalokasikan bantuan geomembran melalui APBD.

“Untuk tahun ini tidak ada program membranisasi, baik dari pusat maupun provinsi, sehingga petambak harus swadaya,” katanya.

Kondisi tersebut membuat sebagian petambak harus mencari pembiayaan secara mandiri agar tetap dapat menggunakan teknologi yang mampu meningkatkan mutu garam.***